Panduan LANGIT77 ini berfokus pada ciri yang bisa diamati: apakah awan tampak tipis dan berjalur, bergumpal, atau tersusun seperti lapisan. Klasifikasi awan mempertimbangkan ketinggian dan penampilan atau teksturnya; awalan cirro-, cumulo-, dan strato- masing-masing merujuk pada ikal rambut, tumpukan, dan lapisan. [1]
Tiga bentuk yang mudah dibandingkan
Tipis dan berjalur: cirro-
Awan tingkat tinggi, yang berada di atas sekitar 20.000 kaki, diberi awalan cirro-. Awan ini terutama terdiri dari kristal es dan sering tampak tipis, bergaris, serta putih. Karena itu, kesan garis halus atau sapuan tipis menjadi petunjuk visual yang berguna untuk mengenali kelompok ini. [1]
Bergumpal: cumulo-
Cumulo- berarti tumpukan. Sebagai petunjuk nama, unsur ini mengarahkan perhatian pada bentuk yang terlihat terkumpul atau menonjol, bukan pada kesan hamparan rata. Saat mengamati langit, bandingkan apakah siluet awan lebih menyerupai tumpukan atau justru menyebar sebagai lapisan. [1]
Berlapis: strato-
Strato- berarti lapisan. Untuk mengenalinya secara visual, perhatikan susunan yang tampak melebar seperti hamparan, alih-alih kumpulan bentuk yang berdiri sendiri. Perbedaan ini membantu membedakan kesan berlapis dari kesan bergumpal, tanpa mengharuskan setiap awan punya batas yang seragam. [1]
Nama awan bukan ramalan cuaca
Awalan nama membantu menggambarkan ciri atau kelompok awan, tetapi tidak menjadikan bentuk yang terlihat sebagai kepastian tentang cuaca. Nimbo- berarti hujan atau presipitasi dalam ringkasan istilah klasifikasi; itu adalah petunjuk makna nama. Sumber juga menyebut bahwa ada awan yang tidak membawa hujan. [1]
Warna dan perubahan bentuk sebagai petunjuk tambahan
Warna tidak selalu menunjukkan jenis awan. Awan padat dapat tampak putih karena banyak memantulkan cahaya, sementara bagian dasarnya kadang terlihat abu-abu atau gelap karena cahaya makin berkurang saat tersebar lebih dalam di awan. Awan tipis juga dapat tampak mengikuti warna lingkungan atau latar di belakangnya. [1]
Bentuk awan pun dapat berubah: sumber menjelaskan bahwa air di dalam awan silih berganti menguap dan mencair, sehingga rupa awan tidak selalu tetap. Maka, cara sederhana membacanya adalah mengamati siluet dan susunannya lebih dulu—garis tipis, tumpukan, atau lapisan—lalu melihat warna sebagai petunjuk tambahan, bukan sebagai ramalan. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Awan. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29758515&title=Awan (diakses 2026-10-03).